Langsung ke konten utama

Tips Menghadapi Circle Pertemanan di Tempat Kerja

Tempat kerja seperti kantor, kampus, sekolah, perusahaan, toko, dan sebagainya, adalah berisi kumpulan banyak orang dengan aneka karakter dan latar belakangnya. Untuk menjadikan tempat kerja menjadi ruang yang nyaman, sebagian orang bersepakat untuk membentuk circle (lingkaran) pertemanan.

Di satu sisi menciptakan circle-circle itu baik, namun di sisi lain menimbulkan kesan eksklusif dan angkuh. Mengapa demikian? Bayangkan jika Anda bukanlah bagian dari circle tersebut, lalu di ruang yang sama, anggota suatu circle berhaha-hihi dan ngobrolin rencana pergi bersama ke suatu tempat. 

Sebagai seorang manusia, pantaskah membeda-bedakan orang berdasarkan subjektivitas? Misalnya, karena mudah diajak nongki ke sana ke sini, pergi konferensi internasional bareng ke luar negeri, makan siang bersama di ruang milik semua namun hanya mengajak bicara teman satu circle-nya. Hal ini sangat tidak mengenakkan bagi teman yang dikecualikan.

circle pertemanan
Ilustrasi circle pertemanan / Sumber: Kibrispdr


Sikap dan Perilaku dalam Menghadapi Circle Pertemanan

Dari segi sikap dan perilaku yang dapat direkomendasikan sebagai berikut:
  1. Fokus pada pekerjaan, utamakan tugas dan tanggung jawab profesional Anda. Jangan biarkan drama kantor mengalihkan perhatian dari kinerja Anda
  2. Tetapkan batasan, jangan takut untuk berkata "tidak" atau menolak ajakan yang tidak sesuai dengan prinsip atau kenyamanan Anda. Ini penting untuk menjaga keseimbangan.
  3. Hindari gosip dan konflik, jangan ikut dalam pembicaraan negatif atau menyebarkan gosip. Anda bisa menanggapi seperlunya saja

Adapun dari segi Interaksi dan Komunikasi dapat dilakukan 3 hal di bawah ini:

  • Jalin komunikasi yang profesional, berbicaralah secara profesional dan seperlunya, terutama jika Anda harus berinteraksi dengan anggota circle tersebut. Pertahankan kesopanan.
  • Amati dan bersikap objektif, amati perilaku orang-orang di sekitar Anda untuk memahami dinamika circle tanpa terlalu larut di dalamnya.
  • Cari kesamaan minat lain, cari rekan kerja lain di luar circle tersebut yang memiliki kesamaan minat atau tujuan kerja untuk membangun hubungan yang lebih positif dan produktif.
Jadi tidak perlu terlalu baper merespon sikap dan perilaku teman-teman yang hobinya nge-gank itu. Dari zaman Nabi Muhammad SAW sudah ada yang namanya golongan-golongan, misalnya golongan suku Quraisy dan golongan sahabat/sahabiyah nabi. Mereka hidup berdampingan meski satu per satu anggota dari suku Quraisy memeluk Islam atas kesadarannya sendiri.

5 aturan penting dalam hidup
5 peraturan penting dalam pertemanan / FB Bangrud


Lakukan Pengembangan Diri Terus Menerus

Setelah sikap, perilaku, interaksi dan komunikasi dilaksanakan dengan baik, lakukan juga pengembangan diri sebagai berikut:

  1. Fokus pada pertumbuhan diri, gunakan situasi ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan Anda. Ini akan meningkatkan nilai diri Anda.
  2. Jaga energi positif, jaga suasana hati tetap positif dengan mendengarkan musik atau melakukan hal lain yang membuat mood Anda baik.
  3. Pertimbangkan pindah jika perlu, jika lingkungan kerja sangat toksik dan mengganggu kehidupan pribadi Anda, pertimbangkan untuk mencari pekerjaan baru. Pilihan ini bisa diambil jika tidak ada solusi lain yang efektif.
Waktu dalam hidup ini terlalu berharga untuk dikorbankan demi memikirkan circle yang pastinya tidak memikirkan perasaan Anda. Sudahlah, move on saja! Masih banyak teman lain yang dengan tangan terbuka mau menerima dan berteman dengan Anda. Akan halnya circle mereka biarlah jadi urusan teman-teman itu sendiri.

Semangat jadi hebat!

Komentar

  1. Saya sudah menerapkan aturan tidak tertulis itu sejak lama. Sejak berkeluarga lah... Pas masuk lingkungan keluarga dan teman tetangga di rumah baru bersama suami. Alhamdulillah saya sih enjoy saja. Selama tidak merugikan dan dirugikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, Teh... saling menjaga dan saling menghormati aja, insyaallah aman dan damai kok, hehe.

      Hapus
  2. Alhamdulillah selalu diberikan circle postive oleh Allah kak. Temen kerja dulu baik-baik. Temen selingkaran apa lagi. Tetangga pun baik semua. Satu hal yang paling awak pantangin kak, jangan pernah bertanya hal pribadi yang sensitif sebelum orang tersebut yang membuka diri mau berbagi cerita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat! Lagian gak ada waktu ngurusin hidup orang, urusan kita sendiri aja udah banyakkk.

      Hapus
  3. Nampol banget tulisannya mbak. Apalagi yang pernah kerja di kantor, kampus, atau organisasi dengan geng-geng tertulis. Wkwkwk. Aku jadi ingat kantor lama, satu meja bisa rame ketawa soal rencana lunch bareng lah, nonton bareng di bioskop. Pernah juga rasain nggak enak karena jadi pihak yang nggak diajak. Kekekeke. Tapi ini penting sih, daripada capek mikirin circle orang, mending energi dipake buat upgrade diri. Ya kan.

    BalasHapus
  4. Udah di tahap yg kuping badak sih kalau saya... karena padatnya jadwal, fokus ke kerjaan aja, yg dilihat di depan mata dan didgr, dianggap angin lalu aja, wkwk. Makasih udah mampir yaa bu novelis yg cantik ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, karena komentar Anda menjadi jejak digital di dunia maya